Assalaamu’alaikum, selamat datang di Malaysia :) rekan sejawat!

Malaysia dan Indonesia mempunyai hubungan cukup erat dari segi bahasa budaya, dan sebagainya. Bekerja di Luar Negara bukanlah hal yang mudah, tantangan berbagai macam dapat melanda anda, kami hadir disini, untuk berbagi bersama, jangan ragu untuk mencari tahu dan bertanya serta beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan anda segera.

berikut kisah kisah dari kami, semoga bermanfaat:

Story From Dr.Verde W.Putra FKG UNAIR 2007

Malaysia merupakan negara berkembang yang lebih maju dari Indonesia, tidak heran, karena disini pendidikan sangat didukung minimal lebih didukung pemerintahnya daripada pendidikan di negara kita, Indonesia. Korupsinya tidak mengakar hingga ke ujung akar. serta tingkat kesejahteraan penduduknya lebih merata dari di Indonesia, ibarat Jepang dan china kali ya…Allahu a’lam

Kesehatan juga masih di cover oleh pemerintah. walau fakta akibat dari system cover pemerintah ini, bagian kesehatan pemerintah menjadi lebih terkesan quantity dan overload. namun tetap tekhnologi kesehatan yang paling maju/canggih konon dimiliki oleh kerajaan/pemerintahan. dan tidak dikorupsi habis-habisan sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh sebagian besar penduduknya bahkan hingga penduduk asing atau pendatang.

Baik, langsung saja ke inti masalahnya, Mukaddimah, atau Awal-awal datang ke malaysia tentunya kita sudah berprofesi sebagai dentist yang sudah lulus kompetensi UKDGI.

ada 2jenis secara garis besar dokter gigi Indonesia yang bekerja di malaysia, yaitu 1. sebagai pasangan WNM (Warga Negara Malaysia) baik sebagai istri atau suami  dan 2.  sebagai pegawai contract dengan belum mempunyai pasangan, atau pasangannya juga WN selain malaysia atau WNI.

Sekilas ketika bertanya pada MDC Malaysia Dental Council ada 2 Jenis “SIP” di malaysia, yaitu APC dan TPC. TPC (temporary practising certificate) dimiliki oleh WN indonesia yang berpasangan selain WN malaysia dan bekerja di Malaysia, urusan2 TPC biasa akan diuruskan oleh institusi tempat mereka bekerja. sedangkan APC (Annual Practising certificate) dimiliki atau akan dimiliki oleh Malaysian Spouse (pasangan WarganegaraMalaysia), sama seperti dentist WN malaysia, namun konsekuensinya kita juga harus wajib kerja selama 1-3tahun di kerajaan agar mendapat APC ini baik melalui kementrian kesehatan atau kementrian pendidikan. dalam tahapan warga negara malaysia sebagai dentist, mereka akan disebut FYDO (first year dental officer), SYDO (second year dental officer), dan akhirnya permanent officer dapat pencen (pensiun) dsb. sedangkan kita? sebagai pegawai contract yang sewaktu-waktu bisa tidak diperpanjang kontraknya dan siap untuk bekerja di sektor swasta.

Langkah-langkah tips dari saya dalam mengawali hidup sebagai dentist di Malaysia adalah

1. Jika anda mendaftar pada institusi, dan pasangan anda bukan WNmalaysia, maka tunggu saja arahan institusi tersebut.

2.Jika anda pasangan dari WN malaysia, anda harus bersiap mengurus VISA atau izin tinggal karena biasa izin tinggal free diberikan hanya 30hari. agar anda tidak harus ulang alik indonesia-malaysia untuk mengurus keperluan.

3. Mendaftar di MDC, dengan mendownload Dokumen, serta membuat appoinment untuk bertemu dgn mereka selain untuk submit dokumen juga untuk diberikan pengarahan dan anda bisa bertanya sepuasnya saat pengarahan nanti.

4. Setelah MDC selesai, silahkan teruskan ke KKM (kementrian Kesehatan Malaysia) bahagian contract (ada yang bilang bisa juga ke Kementrian Pendidikan), ceritakan bahwa anda spouse/pasangan dari WNM. nanti akan diberikan borang untuk mendaftar sebagai pegawai contract under KKM.

5.tunggu jadwal interview, dan posting. lalu selamat bekerja selama minimal 1-3tahun. tergantung dari surat yang dikirim MDC.

6. setelah beberapa hari daftar MDC, anda akan mendapatkan MDC number dan certificate pendaftaran.

Cerita Saya

Tahun 2014 istri dan saya akhirnya melakukan Sumpah Dokter gigi dan Pagelaran. sebelumnya kami telah menikah di Malaysia dan diberi amanah 2orang anak yang lahir semuanya di Surabaya.

flashback sedikit, anak pertama begitu lahir, kami urus akte kelahiran melalui Pengadilan Negeri, begitu dapat surat pengadilan yang diserahkan ke Dispenduk untuk dibuatkan Akte (mengikut KK orang tua saya) segera kami buatkan paspor untuk diterbangkan ke malaysia tepat akte dan paspor jadi ketika anak pertama saya berumur 6bulan, jadi kira2 proses diatas memakan waktu yg cukup lama disebabkan faktor internal dan eksternal. setelah paspor jadi, terus kami berkungjung ke tempat istri di Malaysia untuk mengurus kewarganegaraannya, saya ada kabar juga kalau boleh mengurus ke Dubes Malaysia di Jakarta, tapi Jakarta dan Malaysia dari surabaya, rasa-rasanya lebih dekat malaysia selain disana adalah kampung istri. kami daftarkan anak di JPN (Jabatan Pendaftaran Negara), dan mengutarakan niat bahwa setelah lulus pendidikan memang merancang untuk tinggal di Malaysia, 1-2tahun kami mendapat surat bahwa anak pertama saya diterima sebagai warga negara Alhamdulillah.

kembali ke tahun 2014 lagi, setelah kami selesai pendidikan, kami bersiap pindah ke malaysia, istri dan anak2 pindah dahulu, lalu saya tetap di surabaya sementara, karena packing barang2, sedekahkan yang tidak perlu, dan kirim melalui kapal/cargo yang perlu. barang cukup banyak karena kami sempat berpindah dari rumah orang tua saya, ke kontrakan kedung sroko dekat universitas, lalu 2013 pindah lagi ke rumah milik keluarga yang belum di isi di sekitar kompleks rumah orang tua saya.Alhamdulillah…

agak lambat saya untuk bergerak bertemu istri dan anak2 di malaysia, sebab lang 2minggu setelah sumpah dokter istri saya kala itu, ada peraturan baru yang mewajibkan semua mahasiswa baik lokal maupun asing untuk mengambil UKDGI ujian kompetensi dokter gigi indonesia, jika tidak atau tidak lulus maka tidak dapat diberikan ijazah. Alhamdulillah saya lulus :)

Meanwhile, istri saya mengurus kewarganegaraan anak saya, karena sudah pegang paspor Hijau (Indonesia), jadi pada saat mengurus paspor merah (Malaysia) paspor hijaunya ditarik dan dipulangkan ke Dubes Indonesia, Nasionalisme? buat saya nasionalisme adalah dimana kita lahir, karena tempat lahir itu adalah takdir Allah dan bukan kebetulan ataupun sembarangan Allah menakdirkan kita lahir disana, ada maksud dan hikmah. apapun warna paspornya, doa saya untuk anak dan keturunan saya agar senantiasa ditegakkan oleh Allah hatinya untuk selalu di jalan agamaNya yaitu agama Islam.

singkat cerita, saya sudah daftar MDC (Malaysia Dental Council) di awal 2015 atau akhir 2014 ya…dan membuat VISA agar bisa tinggal lebih dari 30hari di malaysia, VISA pertama yang saya dapatkan berdurasi 6bulan saja, Alhamdulilah selepas 6bulan saya ke imigrasi untuk perpanjangan terus mendapat 2tahun 6bulan sehingga tidak perlu ulang alik dan mengantri di imigrasi, ada beberapa rekan yang mendapatkan visa 3bulan, 6bulan,1tahun, baru setelahnya agak lama, setelah saya analisa, juga berkaitan dengan lama waktu menikah sepertinya. Allahu a’lam

Anak kedua saya, berumur 1-2tahun, masih berpaspor hijau, sama dengan saya, ia harus mengurus visa, namun tidak seperti saya, dia diberikan visa 6bulan selama 4x baru setelahnya boleh lama sedikit. tapipun kamu sudah mengajukan ke JPN untuk perubahan warganegaranya, semoga diterima.

Setelah dari MDC, saya dapat titah untuk bekerja (Khidmat Wajib) 2tahun di kerajaan malaysia, setelahnya daftar ke KKM (Kementrian Kesihatan) untuk melamar sebagai pegawati kontrak, form lamaran yang diberikan sedikit mencabar terutama dibagian testimonial letter, Alhamdulillah saya ada kakak kelas dan teman seangkatan berwarganegara malaysia dan cukup mengenal saya serta bersedia membuat testimonial letter tersebut tentang saya.

status saya sekarang sedang menunggu interview dari SPA/KKM dan menunggu tempat postingan dari KKM, terakhir berita yg saya dengar khidmat wajib dikurangkan dari 2tahun ke 1tahun saja, tapi tidak tau juga apakah saya ikut yang 1tahun atau 2tahun, mengingat surat yg saya dapat adalah 2tahun.

Istri saya sendiri sudah di posting di Hosp. di daerah Seremban, Negeri Sembilan. sempat istri saya meminta pindah di Negeri Selangor tempat kampung istri saya, namun di tolak, setelah tanya alasan mengapa ditolak? salah satu alasannya adalah karena saya akan ditempatkan di Negeri Sembilan juga. kalau tidak nanti saya bisa di tempatkan jauh di area pantai timur, kelantan?…kami pun tawakkal saja, mengikut rancangan Allah, InsyaAllah terbaik…

demikian cerita singkat saya, semoga bermanfaat untuk diambil positifnya dan hikmahnya. nantikan cerita sambungannya hehehe :)

 

 

Story From Dr.Winarni FKG UNAIR 1986

Untuk langkah yg harus dilakukan kerja di Malaysia, menurutku sangat tergantung pd tujuan datang ke Malaysia ini. Pengalamanku, sebab sebenarnya saya iseng saja dulu kerja disini. Jd dengan tidak sengaja ku dapat tawaran dari depkes RI utk bekerja di Malaysia. Wkt itu aku mau coba saja bekerja di malaysia serta ingin merasa hidup diluar Indonesia yg tidak terlalu jauh dari kampung halaman. Begitu lulus testing baik di Indonesia maupun Malaysia saya berangkat untuk memulai kehidupan baru. Secara administratif tak ada kesulitan yg berarti sebab segala keperluan administrasi diuruskan oleh kantor. Dan teruslah tinggal mengikuti riak kehidupan.

Pengalaman ini kurasa akan berbeda dengan pengalaman teman yg lain yg datang ke Malaysia ini dg tujuan mengikuti suami/istri. .Bahkan bagi pasangan warga Indonesia atau Malaysiapun pengalaman juga akan berbeda.Pengurusan warganegara anak. Anak umur 18 taun kebawah mestilah ikut warganegara orangtuanya. Kalo orang tua beda kewarganegaraan anak bisa ikut salah satu warganegara orang tuanya ATAU bisa punya dua warganegara(ni peraturan baru utk Indonesia kalo tak salah).Anakku tetaplah warganegara Indonesia walaupun lahir di Malaysia sbb kedua ortunya Indonesia.Sijil lahir nya Malaysia trus dibuatkan akte kelahiran di kedubes RI kmdn dibuatkan akte kelahiran lagi di dinas sosial di Indonesia. Jadi dia punya 3 akte kelahiran

Story From Dr.Nur Dwi Mulyani USU 2001

 Bermulanya kehidupan di negara jiran ketika saya menikah dgn suami yg berwaganegara Malaysia. Saya pun berpindah setelah menyelesaikan pendidikan dokter gigi di USU Medan. Persiapan pertama adalah permohonan visa untuk masa 3 bulan menetap di malaysia, saya mengurusnya di Konsulat Jeneral Malaysia Medan. Saya dan suami masih menumpang di rumah mertua di Pantai Remis perak, karna suami masih menjalani Houseman(HO) di Hospital Taiping, Perak yang berjarak kurang lebih 1 jam dari kampung kami. Hanya beberapa bulan saja kami tinggal di pantai, kemudian kami berpindah ke trengganu. Suami telah selesai menjalani HO dan mendapat posting di Resat Kem 18 RAMD Trengganu. Segala dokumen imigrasipun dipindahkan ke imigrasi Trengganu agar memudahkan perpanjangan visa, saya dapat tambahan perpanjangan 6 bln. Suami masih menunda pendaftaran saya kepada MDC (Malaysia Dental Council) karena saat itu saya sedang hamil dan beliau berencana untuk berpindah ke Hospital Angkatan Tentera Lumut. Saya sebagai istripun akur terhadap keputusan suami. Kami menikmati masa di Trengganu, tempat yang sangat “relax” karena kuarters tempat kami tinggal bersebelahan dengan pantai. Saya aktif dlm kegiatan BAKAT seperti istri2 Persit di Indonesia, banyak tunjuk ajar yang saya dapatkan dari kawan2 BAKAT memberi pengalaman baru yg menyenangkan. Sering juga suami tugas ke dalam hutan, tapi sesama istri2 tentara kami saling membantu. Rezki mendapat kawan2 yg baik,Alhamdulillah. Tapi ternyata kami hanya 6 bulan di Trengganu karena suami sudah dapat kelulusan pindah ke HAT Lumut. Kamipun kembali menetap di Pantai Remis dan tidak memohon kuarters dalam base NAVY,”biar dkt dgn keluarga”kata suami saya juga memandangkan kehamilan saya yg semakin besar. Rindunya pada masakan Indonesia saat hamil hanya Allah saja yg tau

enek pada bau rempah kari yg menjadi kegemaran suami, sehingga telur asin dan ikan asin yg menjadi pilihan di hati  

Kembali Dokumen imigrasi dimutasikan ke IPOH dan visa diperpanjang selama 1 tahun. Pada 28 agustus 2008 saya melahirkan bayi pertama di HAT Lumut, otomatis anak saya berwarganegara Malaysia karena lahir di negara ini. Saya berpantang di kampung mertua, ibu saya juga turut datang menjaga saya. Seronoknya bertungku, mandi rempah saat itu, mak mertua memang arif dalam hal ini. Maklum,beliau mempunyai 5 anak perempuan dan kesemua beliau yang menjaga saat kakak2 ipar berpantang. Ibu membantu saya menyediakan makanan untuk wanita yang habis bersalin. Terima kasih pada kedua insan mulia ini….’I Love U Ibu n Mak’❤❤❤

Selepas saya melahirkan, suami mendaftarkan saya pada pihak MDC untuk mendapatkan APC (Annual Practising Certificate). Genap saja baby saya berumur 3bulan, saya dipanggil untuk interview di Putrajaya. Ditemankan suami, mak, abah dan baby kami berangkat menuju Putrajaya. Selesai interview di MDC, kami menuju bangunan SPA untuk permohonan kerja di KKM. Berlanjut ke JPJ untuk mendapatkan lesen memandu Malaysia. Bagusnya konsep perkantoran di Putrajaya karena bangunan2nya berdekatan memudahkan utk urusan sekali jalan bagi kami yg tempat tinggalnya jauh dari KL. Sekembalinya kami dari Putrajaya,suami saya dipanggil untuk bertugas ke Somalia slama 4 bln.Ya Allah….kekoknya saya karena masih  menunggu postingan kerja, selama ini suami yg cekap menguruskan semua. Alhamdulillah….abahlah org yg tak kalah berpengalaman membantu saya, kurang lebih 2-3bln dari masa interview di Putrajaya sayapun dipanggil utk Lapor diri pada Pengarah TPKNG Perak di Ipoh.saya mdpt posting di KK2 bagian pergigian Taiping sebagai Dental Officer contract dan harus menjalani FYDO (First Year Dental Officer) setahun. Khidmat Wajib masa itu adalah 3 tahun termasuklah dengan FYDO. perpanjangan kontrak kerja adalah setiap 2 thn. Oiya,untuk permit kerja saya tidak perlu, karena istri kepada WNM(Warga Negara Malaysia) dan professional occupation maka hanya cop visa bekerja sebagai istri WNM saja. Abah mengantar saya, mengajarkan jalan perjalanan ke Ipoh juga Taiping.Terima kasih Abah❤❤

Saya pun pergi ke Taiping utk berjumpa SDO (Senior Dental Officer) di sana, beliau menyuruh saya utk membuat KWSP (Kumpulan Wang Simpanan Pekerja)….waduhhh apa pulak itu KWSP?, abah yang pensiunan Kerajaan menjelaskan kepada saya, barulah saya mengerti. Maklumlah pengalman pertama bekerja banyak yang saya tidak tahu, tiba2 harus tau dan peka banyak hal hehe…. Program kerja saya sbgi FYDO adalah attach di KK2 taiping selama 6 bulan, kemudian attach di pakar2 hospital taiping, diantaranya; peads 2bulan,OS 3 bulan,perio 1 bulan,Ortho 1 bulan setiap seminggu sekali ini termasuk semasa saya berada di KK2, restorative kpg simee ipoh 1 bulan. Saya juga harus mengikuti tagging call dimana senior akan membimbing semasa oncall. ketika oncall saya terpaksa menginap di taiping, menumpang di rumah sewa senior yg masih single berhari-hari.– Grogi juga saya krn ketika presentasi kasus dg pakar2 harus menggunakan bahasa inggris, apalagi jika menerima refer case dari MO(Medical Officer) di dept lain terutamanya India, english mereka cepet bgt kyk LRT hehe….

saya byk diajar oleh kawan2 lulusan malaysia juga senior termasuklah cara pengisian card pesakit. Pernah satu masa saya kembali ke rumah jam 11 malam karena baru selesai mengassist pakar OS di OT utk case emergency, dalam keadaan hujan lebat saya memandu ke pantai remis demi anak saya. Di kk2 saya bekerja di OPD, pergi ke sekolah melakukan rawatan. Beberapa sekolah yang tiada klinik statis maka rawatan dilakukan dalam bus istilahnya “mobile clinic “kalo tidak salah.Mengikuti program pameran,kursus dsb. Terakhir sekali attach di pakar restorative kampung simee ipoh,terpaksa lagi saya harus menyewa bilik bersama partner FYDO saya selama 1 bulan. Jarak ipoh ke kampung mertua kurang lebih 2 jam melalui tol dan Anak saya dijaga oleh mak mertua di kampung. setiap jumat petang tak sabar rasanya pulang ke pantai untuk berjumpa anak…malah terkadang saya berangkat kerja pada isnin subuh2 dari pantai karena tak puas berjumpa putri sulung saya. Saat itupun saya kembali berbadan dua. Selepas menghabiskan FYDO….sayapun rasa lega……saya dapat posting di daerah manjung. kembali semua dokumen imigrasi di pindahkan ke manjung, perpanjangan visa kembali utk satu tahun kemudian setahun lagi, baru naik kepada 2 thn. senengnya suami mertua dan ipar saya….tapi setelah menghadap sdo manjung ternyata saya ditempatkan sebagai YM KP. pangkor….petualangan lagi deh pikir saya karena harus menaiki boat feri untuk sampai klinik tsb.Suami dan mertua risaukan keadaan saya karena harus bolak balik pantai-jeti lumut dan menaiki feri karena saat itu saya tengah sarat mengandung. selepas subuh saya terus memandu ke lumut, saya menikmati perjalanan saya berjalan kaki ke jeti saya pikir setiap hari olahraga hamil biar mudah bersalin,asal jgn brojol di feri aj

bru sebulan tugas di pangkor sayapun melahirkan putri ke dua kembali di HAT, suami mengqamadkan melalui hp saat beliau di lebanon, saya ambil cuti bersalin 2bln,tapi saat dkt2 habis masa cuti SDO (Senior Dental Officer) pun memberi kabar gembira saya dipindahkan ke kp manjung,

sukanya saya krn byk DO (Dental Officer) di sana…ternyata saya tak lama juga di manjung hanya 6bulan saya dipindahkan ke kp pantai….wahhh lagi dekat dengan rumah…..

seneng bgtt terutama mertua saya. Sayapun bukan sbgi YM hanya DO biasa, saya ditempatkan karena waiting list yg terlalu panjang di pantai sedangkan dokter/dentist hanya satu.hmmmm lagi2 saya harus pindah ke KP (Klinik Pergigian) lain karena dokter di KP beruas naik pangkat dan dilantik sebagai SDO di daerah lain….

kembalilah saya menjadi YM di beruas.setahun saya di sana….swktu di beruas ank saya yg kedua mndpt kemalangan….saat itu ank dijaga oleh bibi dan saat bermain dengan sang kakak , tv box 29 inch menimpa kepalanya…saat itu anak kedua saya umur 1tahun..,dan si kakak umur 3 tahun.,,Alhamdulillah, kakak tidak kenpa2 tapi putri kedua saya pingsan mak yg saat itu berada di teras dpn pun mecoba membangunkan ank saya sambil mnumggu ambulan datang, saya yang mendapat telepon dari adik ipar pun terus bergegas dari KP beruas menuju emergency KP pantai….ank saya mulai sadar sedikit2, dia pun masuk wad hospital manjung.

Ya Allah keputusan scan terlihat ada keretakan di parietal sebelah kiri, untungnya tiada perdarahan. Pakar surgical mengingatkan tulang ank2 akan sembuh secara sendirinya tapi harus terus di observ dan jangan sampai terkena trauma lagi pda bahagian yg sama sementara menunggu tulang tercantum kembali. dari kejadian tsb saya dilema dan ingin mengundurkan diri sbgi DO di KKM (Ministry of Health) , lagipun khidmat wajib 3tahun sudah saya lunaskan,masih bersisa beberapa bulan lagi, atau sisa 1tahun lagi dari masa kontrak yg saya perpanjang, perpanjangan kontrak ialah setiap 2 tahun, saya berbincang dengan suami dan keluarga sebelum mengambil keputusan. saya mencoba buat locum (parttime job di klinik swasta) saat tiada oncall untuk persiapan resign, seronok(menyenangkan) ternyata locum, hanya buat kerja klinikal tanpa tugasan2 admin dan berkejar2an dengan dateline. setelah saya rasa kan chemistry sebagai dokter locum, saya menelepon dan juga mengirim email kepada MDC apakah kedepannya saya boleh membuka klinik atau bekerja di klinik swasta secara permanent setelah keluar dari KKM. Mereka mengatakan tiada masalah karena saya telah mennyelesaikan khidmat wajib 3tahun, bersuamikan WNM n saya telah ada APC, tinggal renew APC setiap tahunnya utk membolehkan saya bekerja di klinik swasta dgn cara legal/jalur yg benar.saya pun mengabarkan pada SDO yg saat itu telah berganti,beliau menasihati saya untuk bersabar dan kuat dan terus bertahan di KKM. Beliau bagi masa saya untuk menyelsaikan sisa kontrak dulu tapi saya tak bisa meneruskan sebagai YM yang padat dengan kertas kerja, sambil mengingat anak yang ditinggal di rumah membuatkan saya tak fokus. saya pun membuat surat resign krn sisa kontrak masih ada sthn. Jika ingin keluar harus membuat surat resign ibarat kata peribahasa datang tampak muka pergi tampak punggung. Surat ditujukan pada SDO juga TPKN (Timbalan Pegarah Kesihatan Negeri) dengan alasan2 tersebut. Saya keluar pada mei 2012. Saya skrg full time sebagai Ibu Rumah Tangga dan akan berlocum jika anak2 cuti sekolah….saya tidak berani menitipkan ank2 pada pusat penjaggaan karena kejadian waktu itu menyesakkan dada.kini saya mengikut suami yg sedang mengambil sp.psikiatri di USM kelantan, saya pun telah mendapat lagi putri ke3 yg lahir di hosp.USM klntan. Saat cuti skolah kami akan pulang ke rmh mertua dan saya locum di daerah manjung, saya pernah locum di sri iskandar tapi terlalu jauh. Sebelum pindah ke kelantan,saya telah mengajukan permohonan PR (Permanen Residence) karena syarat mengajukan PR jika telah tinggal di msia min 5thn, saya telah genap 5 tahun tinggal di malaysia saat itu.saya dan suami dipanggil untuk interview di imigresen manjung, kemudian selang bbrpa bulan dipanggil interview oleh pegawai polis daerah manjung, kami mendapat kelulusan dan dipanggil ke putra jaya pada 9 des 2014 mdpt surat pembtatalan visa,bsknya kami pergi ke ipoh utk cop pembatalan dan skali pergi  ke JPN (Jabatan Pendaftaran Negara) pada bangunan yg sama untuk permohonan  ic merah. 2 bulan kemudian IC (Identity Card) sudah boleh di ambil di jpn manjung pada bulan kelahiran saya. Untuk mdptkan IC biru diperlukan masa 2th, dan dibenarkan mengundi pilihan raya mlysia jika mendapatkannya…tapi saya masih belum memikirkan sepenuhnya utk memegang ic biru…krn saya masih ingin berpeluang menyumbangkan suara bagi pemilu indonesia….kecuali jika saya berubah fikiran.

begitulah pngalaman sbgi perantau  penuh suka n duka tetaplah harus dilalui.terima kasih kepada Allah Swt,ibu mertua suami ipar ank2 n teman2 yg telah memberi warna petualangan saya…tak lupa pula pada KKM dimana saya byk belajar cara pengurusan klinik,staff,administrasi yg tentunya ilmu ini sgt penting bagi sesiapa saja yg berniat membuka klinik sendiri.Walaupun tadinya saya merasa annoying dg tugasan admin tetapi byk sekali hikmah dan ilmu yang saya dptkan. perancangan ke depan tentulah ada bagi setiap manusia tapi Allah saja sebaik2 perancang biarlah rahasia, dan petualangan hidup ini masihlah terus berlanjut selagi hayat dikandung bdn wassalam…..

 

 

 

Bagi dokter gigi yang akan dan sudah bekerja di Malaysia, dan ingin bergabung dalam group whatsapp dan menyumbangkan kisahnya untuk diterbitkan di page ini, mohon contact kami. di Whatsapp/Sms +6012-91-711-40 terimakasih.